BERTAHANLAH DEMI…


only you

Ketika mimpi hanyalah mimpi dan ketika cinta hanyalah serpihan tak berarti dan ketika semuanya menjadi sia-sia. Kemana aku harus melangkah ketika jalan yang ku tuju tidak lagi dapat aku temukan?

Ucapan perpisahanmu berhasil memporak porandakan pikiran dan hati ku, aku tau dan amat sangat tau perpisahan itu mungkin dan bisa kapan saja terjadi. Itu semua sudah menjadi suratan takdir yang harus dilewati, aku sangat tau, setelah perpisahan itu mungkin kamu dan aku akan menemukan yang lebih baik, seperti prinsip mu “ Ketika aku tau ada perpisahan, dan setelah perpisahan pasti akan dapat yang lebih baik” aku pun berprinsip yang sama sepertimu, hanya saja waktu. Aku harus siap melwati hariku tanpa kehadiranmu, tanpa kasih sayangmu, perhatianmu, canda dan tawamu.

Semangat mu, dan sapaan sapaan kecil yang membuatku merasa tenang.. itu adalah waktu tersulit yang harus aku lewati jika perpisahan itu terjadi. Entah berapa lama dan entah kapan aku bisa merelakanmu. Kita belum sempat bertatap mengatakan rindu, kita belum sempat berpeluk dalam dingin, dan kita belum sempat bergenggam untuk melewati waktu meski hanya 1 menit. Aku ga tau apa yang harus ku lakukan, namun kenyataannya kau akhirnya  pergi dariku.

Kamu pergi ketika semua telah terasa teramat manis, pergi tanpa kesalahanku, dan kamu pergi ketika perasaan ini terlalu dalam.. dari awal aku tau ini salah, dari awal harusnya aku yang menyudahi semua ini tapi kamu berkata jika kamu enggan pergi dariku :’) kata katamu masih terekam jelas.

Maaf jika aku terlalu menyiksamu dengan rindu, dan tolong mengerti jika aku disini juga merindukanmu, setiap jalan kehidupan tidak ada yang berjalan mulus.. segalanya harus dilewati dengan berdoa dan berusaha. Aku tak pernah lupa menyebut namamu dalam doa , karna itu caraku ketika aku mulai tersudut karena rindu, aku tak memaksamu datang dan aku tak lelah menunggu, aku juga masih bisa bertahan dikala rindu menghanyutkanku dengan air mata yang mengalir deras. Mendengar suaramu, diperhatikanmu itu sudah lebih dari cukup untukku.

Kamu berkata bisa tanpa aku dan aku berkata “iya , aku juga bisa” dengan bodoh nya harus aku akui kalau semua itu bohong. Aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu disetiap hari dan waktuku, menemaniku, memperhatikanku, da terlebih ketika jiwaku memanggil kamu juga ikut merasakannya, banyak hal kecil yang terjadi secara bersamaan, seperti contohnya ketika aku baru membuka handphone ternyata kamu saat itu juga menelfonku, apa semua itu hanya kebetulan? Kebetulan yang sesering itu? Atau memang kita memiliki ikatan batin karna rasa sayang yang begitu besar? Apa yang membuatmu masih tersiksa? Rindu? Aku juga.. bukan hanya kamu yang menginginkan pertemuan pelukan dan ciuman di setiap harinya, aku juga.. aku juga!! Tapi apa lantas aku menyerah dan melampiaskan pada orang lain disini kemudian menggantikan posisi kamu dihatiku? semudah itu? Engga.. :’)

Aku berusaha bangkit ketika aku terjatuh dan luka karna rindu, aku bisa bangkit karna kamu masih ada disampingku, menemaniku meski kita masih berjarak. Tapi…… kapan aku bisa bangkit dan mengobati luka rinduku ketika aku dan kamu tidak lagi menjadi KITA, ketika kamu sudah jauh dan tidak seperti dulu lagi? Kemana aku harus mencari obat nya?

Jujur, sedalam dalam nya rinduku aku masih bisa mngetasi dan mengendalikannya dengan menghubungimu, mendegar suaramu, bersenda gurau denganmu, dan memperhatikanmu dari sini..
Ketika aku membayangkan perpisahan itu terjadi, kemudian aku terbunuh oleh rindu, tertatih melewati waktu karna tersudut merindukanmu.. harus dengan cara apa aku menyembuhkan rindu itu? Dengan cara membaca kenangan chat BBM kita dulu? Dengan cara mendengar suaramu lewat VN yang sering kau kirimkan padaku dulu? Itu lebih sangat menyakitkan dan menguras air mata.. atau aku harus menelfonmu terlebih dulu? Tapi aku tak punya hak lebih untuk meminta agar dimanjakan olehmu lagi, diperhatikan atau memperhatikanmu lagi..

Aku menulis ini ketika aku benar benar merasa takut. Dan kamu akan berkata jika aku berlebihan, atau kamu tidak akan menggubris tulisanku ketika kamu selesai membacanya.. maaf. 
Aku akui aku belum melakukan usaha semaksimal yang aku mampu.. aku tetap berusaha disini tanpa mengeluh, aku mohon kamu tidak lagi mengeluh.. bukan Cuma kamu…. Bukan Cuma kamu yang menginginkan pertemuan disetiap waktunya, aku juga. Tapi..mungkin itu caramu agar kamu tidak terus terusan merindukanku. Lalu bagaimana dnegan aku, ketika semua tak lagi sama dan terasa berbeda, dan ketika aku rindu se rindu rindunya, aku harus bagaimana? Mencari penggantimu? Tidak semudah itu. 

Kenapa kamu enggan untuk berjuang berdua bersamaku disini.. beribu kata tidak akan sanggup untuk aku tuliskan, dan airmataku tidak akan cukup memintamu seperti dulu jika memang hatimu tetap ingin melepaskanku. Aku hanya berdoa pada tuhan agar tuhan selalu menjagamu ketika aku tidak lagi bisa menagawasi dan memperhatikanmu. 

Jujur, yang aku sesali adalah ketika kita sudah sejauh dan sedalam ini tapi kita menyerah hanya karena rindu. Berbeda pulau dan berjarak yang tidak lebih hanya 2jam mampu memudarkan kisah kamu dan aku? Semudah itu kah kamu melepaskan dan pergi mencari penggantiku agar kamu tidak lagi tersiksa karena rindu? Jangan suruh aku untuk tidak menangis.. menangis adalah caraku menenangkan hati, meskipun lelah berurai airmata di setiap malam pagi dan siang, tapi itu adalah caraku. Maaf..

Kita sudah saling percaya ketika kita berjarak dan tidak saling bertemu, kita juga sudah menjaga hati masing-masing. Aku menjaga hatiku untuk kamu dan kamu menjaga hatimu untuk aku. Lalu ucapan perpisahan itu dengan mudahnya kau lontarkan hanya karena rindu? Sementara kita belum pernah berusaha untuk bisa bertemu dan melepas rindu. Lalu apa yang kita dapat selama ini? Sia – sia ? iya..
Aku hanya akan merasa semuanya sia sia ketika kita berahir tanpa pernah aku merasakan pelukan dari seseorang yang begitu berarti untukku, yang telah mengubah hari hariku menjadi penuh warna dan telah menjadi separuh dari jiwaku.

Kenapa? Kamu enggan bertemu denganku hanya karna setelah pertemuan itu kita akan mengalami perpisahan dan berjarak kembali. Iya? Apa yang kamu ingin kan? Pertemuan disetiap harinya? Iya? Toh jika memang kamu sangat menyayangiku kamu akan mempertahanku apapun alasannya, seperti aku mempertahankanmu dengan tidak adanya alasan. Karna aku percaya kelak jika memang kita disatukan kita akan bersama tanpa harus terpisah jarak lagi dan aku yang akan selalu disampingmu, tapi semua butuh waktu untuk kita lalui dan lewati bersama :’)

#semua sudah berlalu.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tulisan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s