Katanya berbahaya, kenapa orang Indonesia doyan makan mi instan?


mi-instan

Merdeka.com – Banyak artikel, berita, diskusi pakar nutrisi yang mengangkat topik bahayanya mengonsumsi mi instan. Dampak terlalu sering mengonsumsi mi instan di antaranya dapat mengidap penyakit kanker, usus bocor dan gangguan saraf otak.

Di dalam mi instan mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh. Salah satunya kandungan zat Propylene glycol. Zat ini merupakan antibeku yang membuat mi tidak mengering. Jika Propylene glycol diserap oleh tubuh, maka zat ini akan menumpuk dalam area hati, liver, dan ginjal.

Mi instan juga mengandung zat aditif seperti natrium polifosfat. Zat ini yang biasa dipakai untuk mengemulsi atau sebagai penyeimbang ketika membuat mi. Kemudian mengandung natrium karbonat dan kalium karbonat yang berfungsi sebagai pengatur asam. Selain itu, mie juga ditambahkan zat pewarna kuning (tartrazine).

Untuk bumbu mi instan terdapat banyak kandungan MSG (monosodium glutamat). Beberapa penilitian juga menyebutkan sampel mi instan seluruhnya mengandung bahan plastik yang sulit dicerna oleh usus.

Namun, bahaya itu semua seolah terlupakan dengan rasa mi instan yang enak. Selain alasan rasa, mi instan juga dianggap praktis dalam proses pembuatannya.

“Harga yang sangat terjangkau lebih murah 1 bungkus mi instan dibanding 1 bungkus nasi. Proses memasaknya sangatlah mudah dan semua orang dapat dipastikan bisa memasaknya. Dan yang pasti rasanya sangat menggoda membuat kita ketagihan…

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kutipan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s