Kasus pelecehan seksual terhadap anak


transprent

Kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kota dan Kabupaten Bogor memasuki fase krisis. Betapa tidak, setiap tahun angka kasus pelecehan yang ditangani Polres dan Polres dan Polresta tersebut terus bertambah. Para korban mayoritas datang dari usia 3 tahun sampai 16 tahun. Mereka kebanyakan berasal dari keluarga tidak mampu.

Data resmi yang dikeluarkan Polresta Bogor, selama 2013 jumlah kasus pelecehan seksual yang mereka tangani sebanyak 55 kasus. Dari jumlah itu 50 kasus sudah diselesaikan di meja hijau, sementara sisanya sedang dikerjakan. Korban paling banyak adalah anak perempuan di bawah usia 10 tahun, yakni 33 anak.

Sisanya adalah anak laki-laki dengan usia yang relatif sama, yakni di bawah 10 tahun. Sedangkan hingga April 2014 tercatat sudah ada 16 kasus. Dari total itu baru 5 kasus yang bisa diselesaikan. Jumlah korban dari total kasus tersebut ada sebanyak 14 perempuan, dan 2 orang laki-laki.

Kapolresta Bogor, AKBP Bahtiar Ujang Pernama mengatakan, tingginya angka kasus pelecehan seksual kepada anak terjadi akibat sejumlah faktor. Yakni, kurangnya pengawasan orang tua, tingkat pergaulan dan pengaruh lingkungan serta televisi.

“Beginilah jika pengawasan yang terlalu kendur dari orang tua serta masyarakat. Untuk sisa kasusnya masih kami selidiki, kebayakan menimpa warga kurang mampu,” katanya kepada INDOPOS, saat dihubungi, kemarin (11/5).

Senada, Kapolres Bogor, AKBP Sonny Mulvianto mengaku, jajarannya pun kewalahan mengatasi tingginya kasus pelecehan seksual yang menimpa anak. Dan salah satu yang sedang mereka selidiki adalah kasus yang menimpa AD, 15, korban kejahatan seksual yang sempat disekap di sebuah kontrakan di daerah Cibinong, oleh tiga orang pelaku, bernisial AS, AF dan BE pada Kamis (8/5) lalu.

“Ya sebulan bisa 14 sampai 18 laporan yang kami terima dan diselidiki. Kami aku ada peningkatan sekitar 20 persen. Ini juga kami sedang tangani kasus pemerkosaan siswi SMP,” paparnya.

Sementara, data dari Polresta Bogor jumlah kejahatan seksual kepada anak pada 2013 mencapai 80 kasus. Dari total itu 60 orang korbannya perempuan dan 20 orang anak laki-laki. Untuk kasus yang sudah disidangkan mencapai 75 kasus. Sedangkan, pada periode Januari hingga April 2014 mencapai 70 kasus yang laporan.

Dari jumlah tersebut baru 30 kasus yang barus diselesaikan, sementara sisanya dalam penyelidikan. Yang ironisnya seluruh korban masih di bawah umur dan masih mengenyam pendidikan SD sampai SMP. (cok)

sumber: jpnn

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Beranda. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s