Surat untuk Para Koruptor…


koruptor

SEBUAH OPINI | 01 March 2011 | 11:3826

Yth (yang terhukum).

Para Koruptor di mana saja

Dengan (tidak) hormat,

Salam sejahtera kepada Anda, semoga Anda senantiasa selalu mendapatkan Hidayah dan dilimpahkan keinginan taubah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Selanjutnya perkenankan kami rakyat jelata, yang tak punya pakaian indah seperti Anda, tak punya jabatan untuk berkuasa, tak punya mobil mewah, tak punya rumah indah, dan tak punya harta melimpah, bermaksud menyampaikan surat ini kepada Anda.

Sebelumnya kami memohonkan pintu maaf dari Anda jika surat ini terasa menghina atau melecehkan martabat Anda. Meskipun kami merasa martabat seorang koruptor sudah tidak ada.Kami hanya ingin bertutur kata tanpa menghina. Begini Bapak/Ibu para koruptor, kami ini ada yang tinggal di rumah-rumah kontrakan, di gang-gang sempit, di kolong jembatan, di emperan toko, di pinggir jalan dan di lapak-lapak pasar dan pertokoan. Kami juga memiliki kebutuhan dasar yang sama seperti Anda, makan, minum, dan tidur. Kami juga menikmati sinar matahari, rintik dan curah hujan serta hembusan udara yang tak berbeda dengan Anda. Dalam hal beraktivitas dan bekerja, kita sama-sama selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik buat diri kita dan keluarga.

Kami ini ada yang terdiri dari para tukang bakso, bangun setiap pagi dinihari mengayuh sepeda atau berjalan kaki ke pasar dan selanjutnya langsung menjajakan dagangan setiap hari dari pagi hingga malam mengganti. Kami tak takut akan petir, hujan, badai yang datang tak kenal kasihan menerjang gerobak dagangan. Kami juga tak gentar dengan sengatan matahari yang menggigit kulit sampai-sampai membuat kulit kami sangit. Bagi kami apa yang kami lakukan adalah IBADAH untuk anak cucu kami, sebab uang yang terkumpul nanti adalah cucuran keringat HALAL yang keluar dari pori-pori.

Kami ada yang terdiri dari pemulung. Meskipun banyak yang menganggap hidup kami tidak beruntung, tetapi kami masih bersyukur karena diberkahi Tuhan hidup yang tidak kepada siapapun kami bergantung. Kami hanya bergantung kepada Takdir Tuhan yang tak pernah pilih kasih dalam kegiatan kami memulung. Kami tapaki setiap gang di sudut dan pinggiran kota, kami sambangi rumah-rumah warga meskipun banyak dari mereka menatap penuh curiga. Kami yakin Tuhan Maha Adil.. sehingga pekerjaan ini kami jalani tanpa perlu mencuri milik atau barang siapapun ketika kami mendapat hasil…

Dan yang tepenting bagi kami adalah kami HIDUP untuk Ibadah dan kami bekerja dengan penuh sukacita tanpa harus mencuri dan mengambil hak siapa saja. Kami juga tak ingin anak cucu memakan atau menikmati sesuatu yang tidak tentu. Selanjutnya Bapak/ibu para koruptor, kami juga ada yang terdiri dari tukang ojek. Nah pekerjaan ini juga bukan pekerjaan orang-orang brengsek, seperti para preman di pasar dan di jalan yang sebenarnya mereka meminta uang dengan cara ‘merengek’.

Di pinggir jalan kami menanti penumpang yang mau menggunakan jasa ini. Sesama para pengojek, kami tidak pernah sikut sana sikut sini untuk mengejar pengguna moda ini. Kami mengatur diri kami sendiri karena kami yakin Tuhan Maha Kuasa melihat hambanya yang berusaha sekuat tenaga dalam berupaya. Wahai Bapak/ibu para koruptor kami juga yakin jalan hidup ini adalah Kuasa Tuhan, akan tetapi kami tidak pernah menyerah untuk mengubahnya, karena Tuhan sendiri pernah berjanji bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali orang tersebut yang mau mengubahnya sendiri.

Surat ini kami sampaikan hanya untuk mengingatkan tuan-tuan. Jabatan kami dengan yang tuan pegang beda dalam kewenangan. Tuan dapat berbuat apa saja sesuai kehendak tanpa perlu banyak bertindak. Kewenenangan yang Tuan dapat menjadi kesewenangan. Bahkan tak jarang menghantam orang-orang di jalan dengan tangan kekuasaan. Namun yang paling menyedihkan adalah tuan-tuan mengambil uang negara untuk dimakan.

Dalam setiap proyek-proyek, tuan-tuan menyulap anggaran. Tak pernah berpikir apalagi merasakan akibat perbuatan. Kasak-kusuk setiap hari Tuan lakukan, Lobi sana lobi sini tuan HALALkan demi satu tujuan, yaitu bagaimana mendapat persenan. Tuan berpikir dan bertindak seolah persetan dengan TUHAN. Tahukah tuan bahwa Tuhan tidak menganggap Anda-anda ini setan. Tuan koruptor yang berjas, berseragam dan berdasi, Anda berbeda dengan kami dalam mencari materi.

Anda menghalalkan segala cara dalam mengumpulkan kekayaan.. sementara kami mengharamkan gaya dan cara mengais rezeki seperti yang dilakukan tuan-tuan. Jika Tuhan sudah dipersetankan oleh Tuan-tuan, tidak mungkin kami-kami ini dihiraukan. Dikala iman sudah kau tanggalkan, maka tinggalah setan yang kuat dengan bisikan. Aksi tipu, kredit bodong, sogokan dan penggelembungan anggaran kau lakukan untuk meraih satu tujuan.

Tuan koruptor yang terhina, tahukah Anda jika uang yang kau berikan untuk anak dan isteri di rumah adalah hak rakyat miskin yang memerlukan? Apa yang tuan-tuan koruptor lakukan sungguh sangat menyakitkan. Kami tak pernah tuan-tuan pikirkan. Jabatan yang kewenangan yang tuan sandang menjadi TUHAN. Tahukah tuan, di kolong jembatan dan di emperan toko kami sulit mencari keseharian untuk makan. Tuan mungkin berbisik dalam hati, masa bodoh dan untuk apa kupedulikan. Salah mereka kenapa tidak berusaha sepertiku dalam mencari makan.

Entah sudah berapa banyak orang-orang yang mengingatkan, tapi melalui surat ini, aku hanya berpesan, bahwa hidup di dunia penuh dengan kefanaan. Suatu saat nanti kematian dan ajal akan datang menghadang. Saat itu tak ada lagi tempat pelarian, uang Tuan tak bisa menyelamatkan. Kubur Tuan juga hanya berukuran 1×2 meteran. Para malaikat dan Tuhan telah mencatat segala perbuatan Tuan. Oleh karena itu, ketika malaikat membuka catatan, maka saat itu lidah dan lisan tuan tak punya kewenangan.

Wahai para penguasa, pejabat, birokrat, politisi dan anggota dewan yang masih bersih dari penyelewengan, janganlah sampai engkau terkontaminasi darah kotor para koruptor. Darah mereka bahkan lebih jahat dan berpenyakit daripada darah yang tercampur virus AIDS yang sadis. Saya hanya rakyat jelata yang ingin mengingatkan, bukan untuk meminta belas kasihan dari Tuan-tuan. Peganglah amanah dari Tuhan untuk rakyat yang minta disejahterakan. Bukankah sebelum menjabat dan ketika disumpah Tuan-tuan berjanji untuk berbakti bagi kemaslahatan negeri. Tuhan kau sebut sebagai jaminan dalam mengemban jabatan. Bahkan ketika masa pemilihan kau tak sungkan-sungkan menjual nama kami untuk dipertaruhkan. Kau bilang “Saya dipilih oleh rakyat, saya maju karena rakyat yang membaiat.” Entah rakyat mana yang kau katakan, mendengarnya pun banyak dari kami tak merasa terwakilkan.

Demikianlah surat dari kami, rakyat jelata yang tersisih karena ulah para koruptor sejati, atas perhatian dan perenungan Anda kami ucapkan terima kasih, selanjutnya bertobatlah karena Tuhan Maha Pengampun dan selalu menebarkan belas kasih bagi makhluknya yang karena perbuatannya selalu menyesali…..

Mohon maaf jika ada kalimat saya yang tak sopan, namun saya hanya punya tujuan yaitu, untuk mengingatkan..

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Share. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s