Tradisi Baru, “Ngadu Bebe”


Dulu, orang bisa hidup tanpa telepon seluler. Sekarang, banyak yang kelabakan kalau telepon selulernya ketinggalan. Dulu, orang bisa hidup tanpa telepon pintar. Sekarang, orang lebih memilih ketinggalan dompetnya ketimbang kehilangan Blackberry-nya. Tak sedikit yang merasa terputus dari kehidupan sosialnya dan seperti tidak punya pegangan tatkala harus menjalani rutinitas tanpa telepon pintar disampingnya.

Orang menjadi lebih asyik dengan dunianya sendiri. Alih-alih empati, mereka seolah tak lagi peduli pada lingkungan sekitarnya. Padahal jauh sebelum gadget terlahir ke dunia, masyarakat adat kita memiliki tradisi komunikasi tatap muka yang sangat akrab. Komunikasi tradisional ini menjaga insting kebersamaan dan kegotongroyongan dalam menghadapi suatu masalah.

Salah satu tradisi komunikasi tatap muka dalam masyarakat Sunda adalah ngadu bako. Sebuah tradisi di mana orang-orang berkumpul untuk membicarakan masalah sosial, ekonomi, poliik, masalah kehidupan sehari-hari, serta gagasan-gagasan sambil merokok. Kegiatan ini disebut juga dengan istilah ngawangkong, paguneman, atau percaturan.

Tradisi itu sekarang terkikis tradisi baru, ngadu bebe alias berkumpul tapi masing-masing sibuk memainkan Blackberrynya masing-masing. Tradisi baru ini bahkan dipraktikan saat singkat reuni bersama teman yang sudah lama tidak pernah bertemu. Padahal tradisi kita mulai dari ngadu bako, gotong royong, toleransi, dan sebagainya itu mestinya dikolaborasikan dengan berbagai macam media yang muncul sekarang. Ini kemudian menjadi sebuah alternatif yang bisa ditawarkan sebagai sebuah strategi untuk mengubah bangsa kita.

Gadget memang punya kelebihan dan kekurangan. Sebagai masyarakat yang hidup di era teknologi informasi, menyesuaikan diri menjadi pilihan mutlak. Akan tetapi, tak bijak pula kalau kita kemudian salah kaprah dalam memanfaatkan teknologi itu. Tempatkan saja teknologi di tengah dan didik anak-anak kita mengenai manfaat dan ancaman teknologi ini.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tulisan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s