Bobotoh Salehah di Tribun Timur


Bukan Hanya anak muda saja yang eksis dalam dunia persepakbolaan. Kelompok ibu-ibu di Jl. Desa RW. 03 dan RW. 04. Kiaracondong, Kota Bandung, tidak mau ketinggalan dalam euforia mendukung Persib Bandung dalam setiap laga kandangnya di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung.

Namun bedanya, mereka tidak melakukan konvoi sepeda motor yang identik dilakukan bobotoh menuju Soreang. Mereka menyewa tiga unit angkutan umum jurusan Kebon Kalapa-Binong untuk mengantarkan sekitar 45 orang ibu-ibu ke stadion pulang pergi.

Ibu-ibu itu tidak kalah meriahnya dalam mendukung tim asuhan Jaya Hartono itu. Sealain kostum, syal, dan topi bernuansa biru menjadi atribut wajib, mereka pun selalu membawa perbekalan layaknya sedang rekreasi. Amunisi yang dibawa mereka yaitu nasi timbel komplet, rujak mi, dan pepes ikan peda yang siap disantap di singgasana kursi tribun timur.

Hal itu diakui Anin (55) yang dipercaya sebagai juru bicara ibu-ibu tersebut, ketika ditemui di lokasi, Selasa (23/2). Menurut dia, apabila Persib akan bertanding, persiapan seperti berbelanja bahan-bahan ke pasar, dilakukan sedari pagi. “Pulang dari pasar, ibu-ibu teh pada nyambel, lalu janjian kumpul tiga jam sebelum pertandingan. Kalau yang punya anak kecil sih biasanya dibawa sja, jarang dititip-titip karena mayoritas tetangga juga pada pergi ke stadion, “tutur ibu rumah tangga itu.

Setibanya di Stadion, kata ibu tiga anak itu, mereka menempati tribun timur. Tempat nya nyaman, bisa melihat cakupan pergerakan kedua tim dengan leluasa. Selain itu, meski pun hujan deras mengguyur stadion, dandanan mereka masih tetap aman.

Selama ini, nenek lima cucu itu dan kawan-kawan telah difasilitasi oleh manajer Persib, Umuh Muchtar. Umuh selalu menyediakan tikey tribun timur dan angkutan gratis. Saking nyamannya di tribun timur, tiket tribun timur sudah menjadi permintaan tetap mereka dan selalu dipenuhi oleh Umuh. Jika diberi tiket tribun lain, mereka terkadang menolak dan memilih tidak berangkat ke stadion. “Lebih rame dan asyik di tribun timur, “ujarnya.

Anin mengatakan semua lagu yang umumnya dinyanyikan bobotoh di stadion, terutama di tribun timur, dihapal didalam ingatan mereka. “Pokona mah ngagorowok sepuasnya. Kalau Persib menang, kami senang. Tapi mun kawon jadina leuleus,” kata wiwi (48) menimpali.

Di balik kecintaannya kepada tim “Pangeran Biru” itu, bukan berarti Wiwi dan Anin menelantarkan kepentingan lainnya. Keluarga dan pengajian bagi ibu-ibu itu tetap menjadi prioritas.

Enan (56) yang saat itu bersama bobotoh ibu-ibu lainnya menambahkan, selama Persib main tidak pernah bentrok dengan jadwal pengajian rutin ibu-ibu. Pengajian biasanya dilaksanakan di pagi hari sepulangnya dari pasar. Dengan demikian jadwal pertandingan Persib tidak pernah mengganggu aktivitas keagamaan mereka.

“Kami kalau nonton harus dengan seizin suami. Enggak langsung pergi. Dan Alhamdulillah mereka mengizinkan dan terkadang suka ikut juga tapi naek motor, enggak bareng naek angkot, “ungkapnya. (Novianti Nurullia/”PR”)***

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Olah Raga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s